jump to navigation

Terapkan Pidana Khusus Bagi Pelajar November 18, 2007

Posted by andry6 in Hukum dan Kriminal.
trackback

DEPOK, MINGGU – Guru besar kriminologi FISIP Universitas Indonesia, Adrianus Meliala berpendapat bahwa lima anggota geng Gazper dari SMU 34 Jakarta Selatan, yang melakukan penganiayaan terhadap juniornya harus mendapat pendidikan dan pidana khusus. “Karena statusnya masih pelajar harus ada pidana khusus bagi pelaku tindakan kekerasan tersebut,” katanya di Depok, Minggu (18/11).

Kelima angggota geng Gazper tersebut diringkus jajaran Polsek Cilandak berdasarkan adanya laporan dari korban pengeroyokan M Fadil, adik kelasnya oleh geng Gazper. Korban mengalami retak tulang hingga depresi. Kelima siswa pelajar SMU 34 itu adalah Ernest, Welly, Jefferson David, Denny Agusman, dan Dwi Fajar.

Adrianus mengatakan, dengan pidana khusus tersebut, para pelajar tersebut mendapat pembinaan dari negara.

Menurut dia, dengan adanya kejadian tersebut tidak merasa kaget, karena prilaku senior terhadap junior merupakan hal yang biasa. “Dimana-mana memang ada seperti itu, sebenarnya ini tidak apa-apa,” katanya.

Dikemukakannya bahwa jika masyarakat terkaget-kaget dengan adanya tindakan kekerasan terhadap pelajar tersebut, maka merupakan kondisi yang pura-pura saja. “Kekerasan tersebut akan menjadi masalah ketika menyangkut ras atau suku, dan agama,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Adrianus, pihak sekolah harus melakukan kontrol yang ketat tersebut terhadap kegiatan tersebut.

Komentar»

1. angga ridzky - November 19, 2007

jangan hanya pidana yang dibuat tapi harus di laksanakan dan merazia setiap sekolah akan masuk kekelas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: