jump to navigation

Razia Narkoba Hingga ke Pulau Seribu November 18, 2007

Posted by andry6 in Hukum dan Kriminal.
trackback

Perang terhadap narkotik dan obat-obatan berbahaya alias narkoba terus digencarkan, bahkan sampai ke Kepulauan Seribu Jakarta. Baru-baru ini puluhan petugas gabungan Badan Narkotika Provinsi DKI Jakarta, Polisi Militer, dan Direktorat Narkoba Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar razia narkoba di sana. Sebanyak tujuh pulau yang diduga menjadi tempat transaksi dan penyimpanan narkoba, Sabtu (17/11) pagi hingga siang, dirazia.Para petugas menggeledah setiap ruangan yang ada di tujuh pulau tersebut. Aparat pun membawa alat yang mampu mendeteksi keberadaan narkoba hingga radius 30 meter. Lokasi razia tak hanya pulau yang biasa menjadi tempat wisata, tapi juga pulau milik pribadi. Namun, razia tersebut diduga keburu bocor karena petugas tak menemukan hasil apa pun. Beberapa pulau yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan di akhir pekan, tampak sepi pengunjung.

Walau razia kali ini tak membuahkan hasil, petugas berencana menggelar operasi serupa secara rutin. Ini mengingat wilayah Kepulauan Seribu sangat mudah untuk dijadikan celah keluar masuknya barang memabukkan seperti narkoba.

Razia narkoba juga ditujukan terhadap kalangan narapidana, terutama memberantas peredaran barang haram tersebut di lingkungan penjara. Di Lembaga Pemasyarakatan Paledang, Bogor, Jawa Barat, misalnya. Kemarin, tim gabungan Kepolisian Resor Kota Bogor dan Polisi Khusus Lembaga Pemasyarakatan (Polsus Lapas) menggelar razia di Penjara Paledang. Razia ini sebagai langkah antisipasi pihak LP Paledang. Ini mengingat belakangan ini peredaran narkoba sudah merambah hingga ke dalam penjara.

Puluhan petugas memeriksa setiap jengkal ruang tahanan serta barang-barang milik para napi untuk mencari ada tidaknya narkoba. Saat pemeriksaan, para penghuni penjara dipindahkan ke halaman. Kendati tak menemukan narkoba, petugas menemukan sejumlah obat-obatan dan barang yang dilarang beredar di dalam penjara, antara lain telepon genggam.

Ketika memeriksa blok napi perempuan, petugas menemukan senjata tajam berupa pisau dan silet. Padahal benda-benda tersebut juga tak boleh berada di tangan para napi karena dikhawatirkan bisa disalahgunakan. Namun, tak diperoleh keterangan cara para napi memperoleh benda-benda tersebut, diselundupkan atau karena kelalaian petugas penjara.

Komentar»

1. angga ridzky - November 19, 2007

jangan merazia pemakainya saja tapi berantas yang menbuat barang haram tersebut,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: