jump to navigation

Jalan-jalan Sambil Makan Durian November 18, 2007

Posted by andry6 in Melancong.
trackback

Walau bukan penghasil durian, Pekanbaru dikenal sebagai ‘gudang’ durian. Tak perlu bingung mencari durian di kota ini. Buah bercita rasa legit ini selalu tersedia sepanjang tahun, tanpa kenal musim.

Di sepanjang Jl Soedirman, Pekanbaru, bertebaran puluhan pedagang durian. Mereka selalu ada di sana, setiap hari. Tak seperti di Jawa, warga Pekanbaru — juga masyarakat Sumatra pada umumnya biasa mengudap durian dengan ditemani sepiring ketan. Bisa dibilang, mereka makan ketan berlauk durian. Seperti halnya di Medan, pedagang durian Pekanbaru siap melayani pembelian dalam jumlah besar untuk dikemas lalu diterbangkan dengan pesawat. Soal pengemasan, mereka tak main-main lho. Agar aroma durian tak menyebar di dalam pesawat, para pedagang menyediakan kemasan bentuk boks plus bubuk kopi sebagai penawar aroma durian yang menyengat.

Terlalu berat membawa durian? Jangan khawatir. Anda bisa membawa oleh-oleh lain yang lebih enteng namun tetap beraroma durian yakni lempuk durian. Kudapan ini mirip dodol yang kesohor di Jawa Barat, atau jenang yang dihasilkan dapur masyarakat Jawa Tengah. Bedanya, aroma dan rasa durian pada lempuk benar-benar dominan. Serasa sedang makan durian dengan tambahan sedikit rasa manis dari gula aren dan tepung. Sangat gampang mendapatkan lempuk di Pekanbaru. Toko makanan atau oleh-oleh pasti menyediakan penganan ini. Kemasannya juga sangat beragam, mulai dari plastik, kertas, sampai daun. Tinggal pilih!

Bagaimana dengan makanan? Yang ini juga tak kalah menggiurkan. Bahkan, hanya dari namanya, kita akan tergoda untuk melihat dan mencicipinya. Saat singgah di sebuah rumah makan di Pekanbaru, jangan kaget jika Anda membaca nama-nama makanan yang sangat unik. Sebut saja misalnya, laksamana mengamuk, air mata pengantin, juga lancang kuning. Sungguh sulit, membayangkan wujud dan rasa makanan-makanan itu, bukan?

Rupanya, ketiga nama unik itu adalah nama minuman. Laksamana mengamuk merupakan minuman dengan rasa mirip sekali bajigur, minuman khas dari Jawa Barat. Hanya saja, pada laksamana mengamuk, terdapat irisan buah mangga di dalamnya. Seperti halnya bajigur, laksamana mengamuk dibuat dari campuran santan dan gula aren.

Lain lagi dengan air mata pengantin. Minuman ini terbuat dari sirup merah dengan isi rumput laut, agar-agar, dan biji selasih. Sementara lancang kuning adalah minuman serupa air mata pengantin, hanya saja menggunakan sirup warna kuning. Isinya pun rumput laut. Namun, berbeda dengan air mata pengantin, lancang kuning dibuat tanpa butiran hitam biji selasih. Sebagai gantinya, bertebaran sari kelapa. Disajikan dingin, minuman ini cocok dinikmati siang hari. Sluuurrp …, segarnya

Komentar»

1. akbar - November 20, 2007

wah kalo baca ni posting gw jadi laper!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: